|
TOR LOKALATIH I. NAMA KEGIATAN Lokalatih “Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Guru-guru Sekolah Menengah Atas, Melalui Model After School Program” II. TEMA DAN SLOGAN KEGIATAN TEMA: LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHIDUPAN SLOGAN: “Peduli Lingkungan Hari Ini Adalah Masa Depan Untukku”
III. WAKTU PENYELENGGARAAN Sabtu – Minggu; 6-7 Juni 2009 pukul 08.30 – 16.00 WIB IV. TEMPAT PENYELENGGARAAN Kampus I Universitas Tarumanagara, Pusat Sumber Belajar, Gedung M lt. 5 Jl. Let. Jen. S. Parman No.1, Jakarta 11440 V. PENYELENGGARA Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian Program 123 Inspiring Days and GYSD 2009, khususnya Lokus III. Lokalatih diselenggarakan oleh LPII (Lembaga Pendidikan Inspiratif Indonesia) Foundation, bekerjasama dengan Jurusan Perencanaan Kota dan Real Estat, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara, serta GreenMap Indonesia VI. DASAR PEMIKIRAN Meski semakin bertambah jumlah sekolah di Indonesia yang sadar akan pentingnya pendidikan lingkungan hidup sejak usia dini, namun tetap saja masih besar kendala serius yang dihadapi bersama seperti: terbatasnya kompetensi waw asan di level tenaga pendidik, terbatasnya kesempatan/ ketersediaan kegiatan pelatihan dan microteaching, serta terbatasnya sumber pembelajaran aplikatif terutama pada tingkat silabus, lesson plan, dan metode pengajaran. Dan merupakan kendala yang lebih serius lagi bagi dunia pengajaran pendidikan formal, untuk substansi dan muatan yang masih baru di bidang lingkungan hidup seperti substansi isu perubahan iklim. Upaya antisipasi agar Pendidikan Lingkungan Hidup tetap menjadi muatan penting yang dipahami siswa salah satunya adalah melalui Program Selepas Jam Sekolah (After School Program). Dalam rentang waktu ini, Pendidikan Lingkungan Hidup dapat lebih fleksibel diaplikasikan dalam hal waktu, muatan dan metode penyampaian. Bentuk-bentuk yang selama ini telah dilakukan di sekolah adalah ekstrakurikuler, klub lingkungan remaja dan kelompok ilmiah remaja. Sementara di sisi lain, pendidikan lingkungan menjadi isu yang banyak dikembangkan oleh lembaga swadaya masyarakat, citizen sector organization serta organisasi sejenis lainnya dengan fokus tema spesifik yang berbeda di tiap kelembagaan. Ketersediaan konten pembelajaran lingkungan hidup yang ditunjang oleh kegiatan litbang serta personil yang kompeten, merupakan salah satu sumber pembelajaran yang berharga di bidang lingkungan hidup. Karenanya, diperlukan pihak yang dapat berperan sebagai intermediari sekaligus sebagai pelaksana program dampingan, yang dapat memfasilitasi lembaga pendidikan dalam merancang program pendidikan lingkungan hidup. Ekologi kota, kesehatan lingkungan, perubahan iklim, serta peta hijau, merupakan topik-topik spesifik yang penting dan relevan untuk dipelajari melalui konten pelajaran di dunia pendidian formal, terlebih pada tingkatan sekolah menegah atas. Topik-topik spesifik tersebut selain memiliki aspek relevansi dengan kehidupan warga di tingkat lokal dan global, juga memiliki aspek-apek eksplorasi yang dapat digunakan sebagai sarana melatih kepemimpinan dan kerelawanan peserta didik dalam memulai memberikan solusi atas problem lingkungan hidup di komunitasnya masing-masing. VII. TUJUAN SPESIFIK KEGIATAN 1. Memfasilitasi proses berbagi program/model pendidikan lingkungan hidup (yang telah atau akan dijalankan) antar pelaku dan pengembang pendidikan lingkungan hidup, dalam rangka saling mendapatkan perbandingan sekaligus pengayaan sumber rujukan. 2. Meningkatkan wawasan serta kompetensi perancangan rencana pembelajaran atau program aplikatif khususnya yang memiliki substansi ekologi kota, kesehatan lingkungan, sejarah bencana, peta hijau, dan perubahan iklim. 3. Merancang, memperkenalkan serta menyebarluaskan referensi pembelajaran aplikatif berupa buku wawasan, silabus pengajaran tematik lingkungan, lesson plan untuk guru, serta instrument belajar siswa yang terkait dengan pembelajaran isu lingkungan hidup. VIII. MATERI DAN PROSES LOKALATIH Kegiatan Lokalatih diselenggarakan selama 12 jam efektif dalam dua hari. Materi meliputi pengayaan wawasan konten tematik lingkungan hidup yang aplikatif dan relevan untuk dunia pendidikan jenjang sekolah menengah atas.
HARI PERTAMA, Sabtu 6 Juni 2009 SESI 1 Persoalan Lingkungan Hidup Global dan Lokal, serta Program Respon (45 menit) Muatan: Lingkup persoalan lingkungan hidup skala global; Program respon di tingkat pemerintah dan LSM; Keberadaan profesi, bidang pekerjaan dan asosiasi spesifik baru yang terkait dengan persoalan lingkungan hidup; serta Peluang kontribusi dunia pendidikan untuk solusi persoalan lingkungan hidup. Metode: Pemaparan materi, dokumentasi visual, dan diskusi
SESI 2 Perubahan Iklim (60 menit) Muatan: Skema umum persoalan perubahan iklim terhadap persoalan lingkungan hidup secara global; Peran pembangunan dan pemerintah terhadap arah positif perubahan iklim; dukungan dan kendala pihak Internasional, industri, IPTek bagi penanganan perubahan iklim; Peran pembangunan atau pemerintahan terhadap perubahan iklim; tindakan individu sebagai solusi atas perubahan iklimMetode: Pemaparan materi, dokumentasi visual dan diskusi
SESI 3 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Perkotaan (75 menit) Muatan: Permasalahan pengelolaan sumber daya alam (sungai, situ, taman kota, jalur hijau) dan lingkungan perkotaan (penyediaan air bersih, kesehatan lingkungan, drainase, banjir, sampah, polusi udara); Tingkat dan hirarki pengelolaan lingkungan (RT/RW, kelurahan, Kecamatan, Kota); serta Wacana kota ekologis.Metode: Pemaparan materi, dokumentasi visual, diskusi dan simulasi
SESI 4 Peta Hijau Kota (2 x 90 menit) Muatan: 1) Sejarah pertumbuhan wacana dan gerakan peta hijau; Konsep, metode dan fungsi pemetaan peta hijau di lingkungan tempat belajar, tempat tinggal dan lokasi lain di kota; Contoh pencapaian pemetaan peta hijau di berbagai tempat di berbagai negara.2) Peta hijau sebagai bentuk solusi atas problem lingkungan di perkotaan dan komunitas di Indonesia; Metode: Pemaparan materi, dokumentasi visual, diskusi dan simulasi
HARI KEDUA, Minggu 7 Juni 2009 SESI 5 Profil After School Program Bermuatan Pendidikan Lingkungan Hidup di Tiga Negara (60 menit) Muatan: Keberadaan dan modus After School Program diantara berbagai program remaja lainnya; Penerapan After School Program dalam kegiatan aksi GYSD bertematik pendidikan lingkungan hidup.
Program Pendidikan Lingkungan Hidup di Lembaga Pendidikan di Indonesia Muatan: Konsep, bentuk kegiatan, serta topik pilihan berbagai program pendidikan lingkungan hidup (baik yang digulirkan oleh pemerintah maupun yang dikembangkan sendiri oleh kelembagaan) yang ada pada pendidikan formal dan non-formal di Indonesia. Metode: Presentasi materi dan diskusi
SESI 6 Pendekatan Tematik untuk Pembelajaran Pendidikan Lingkungan (60 menit) Muatan: Komponen utama dan kelebihan pendekatan tematik; Hubungan antar mata pelajaran dan metode pembelajaran pembelajaran tematik; Studi kasus Erupsi Krakatau 1883 melalui pendekatan tematik untuk pembelajaran pendidikan lingkungan.Metode: Presentation and discussion session
SESI 7 “City Calls You as Environment Detective” Sebagai Modul Pendidikan Lingkungan Berbasis Model After School Program (45 menit) Muatan: Pengenalan lesson plan, instrumen dan kertas kerja siswa sebagai muatan lokal pendidikan lingkungan hidup; Bencana Banjir Jakarta sebagai studi kasusMetode: Penjelasan konsep dan instrumen pembelajaran
SESI 8 Perancangan Rencana Belajar dan Program Pendidikan Lingkungan (45 menit) Muatan & Proses: Identifikasi potensi dan peluang bagi rencana belajar dan program pendidikan lingkungan untuk kelembagaan masing-masing; Identifikasi kebutuhan kolektif bagi rencana belajar dan program pendidikan lingkungan.Metode: Focus Group Discussion (FGD)
SESI 9 Perancangan Rencana Belajar dan Program Pendidikan Lingkungan (75 menit) Muatan & Proses: Presentasi dan klarifikasi hasil Focus Group DiscussionMetode: Presentasi hasil FGD
SESI 10 Kesimpulan dan Tindak Lanjut (30 menit) Muatan: Pemetaan sumberdaya pendampingan (ketersediaan referensi konten lanjutan, sdm pendamping, mekanisme kerjasama, dll) dari pihak penyelenggara lokalatih terhadap kelembagaan asal peserta lokalatih, bagi pengembangan program pendidikan lingkungan paska lokalatih.Metode: Fasilitasi dan penjelasan langsung dari LPII Foundation, FT Untar, dan Green Map Indonesia IX. OUTPUT KEGIATAN Lokalatih diproyeksikan untuk menghasilkan outline model program, rencana pembelajaran, silabus muatan lokal, instrumen belajar, serta alternatif proyek siswa. Hasil dari lokalatih akan didiseminasikan melalui media online dan offline. Sebagai tindak lanjut, materi pembelajaran dalam bentuk digital juga diproyeksikan dapat menjadi database awalan Online Learning Center bertematik lingkungan hidup, baik yang akan dikelola secara tunggal maupun bersama. X. TARGET PESERTA Lokalatih akan melibatkan 60 orang guru dari minimal 30 sekolah serta relawan lingkungan 15. Lokalatih ini dilakukan untuk dua kelompok/kategori sekolah yakni bagi: a) Sekolah yang telah menerapkan muatan pendidikan lingkungan hidup sebagai muatan lokal dalam KTSP, serta b) Sekolah yang baru akan memulai penerapan muatan pendidikan lingkungan hidup dalam KTSP atau setidaknya untuk kegiatan ekstra kurikuler. ------------------------------------- |